Tinggalkan komentar

suropati terbelnggu sepi.3gp – 4shared.com – berbagi-pakai file – unduh file film

http://www.4shared.com/embed/1306274646/a52fbeeb

suropati terbelnggu sepi.3gp – 4shared.com – berbagi-pakai file – unduh file film: file.3gp

Tinggalkan komentar

Hikmah diutus Para Nabi & Rasul

Assalamualaikum Wr . Wb Hikmah diutus Para Nabi & Rasul … Kita [“Berfikir”] Nabi diutus hanya sebagai Memberikan Kabar Gembira … Tapi Di Balik diutus nya Para Nabi & Rasul Mempunyai Hikmah Pengajaran baik buat kita . . . ? Kabar Gembira dimana Nabi & Rasul Menunjukan Cahaya Terang agar Tidak Tersesat … Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran)132 yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka”. Dan barangsiapa yang menukar ni’mat Allah133 setelah datang ni’mat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. [“Al-Baqarah 211”] [“>132: Yaitu tanda-tanda kebenaran yang dibawa nabi-nabi mereka, yang menunjukkan kepada keesaan Allah, dan kebenaran nabi-nabi itu selalu mereka tolak.>133: Yang dimaksud dengan ni’mat Allah di sini ialah perintah-perintah dan ajaran-ajaran Allah.”] Hikmah diutus nya Para Nabi adalah Tentang betapa Besar-nya Cobaaan Menimpah dan agar Kita tahu Bahwa orang Bertaqwa akan Menang … Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. [“Al-Baqarah 212-214”] Dan diutuslah Nabi Terakhir Yaitu Nabi SAW Untuk Menyempurnakn Akhlak … Nabi SAW sendiri bersabda [“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”] An-Najm 3-4 Aisyah ra pernah menuturkan: Rasulullah bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan [“HR. Ahmad”]

Tinggalkan komentar

10 November

Assalamu’alaikum. 10 November merupakan punya sebuah Momentum Para Pahlawan kita yg telah mengorbankan jiwa dan raganya dan telah menghantarkan kita ke pintu gerbang Kemerdekaan. Kita bisa hidup aman dan tentram karena pengorbanan mereka dg simbahan darah dan air mata. Itulah para pahlawan kita mereka gugur dan mati syahid dg penuh kemuliaan, setiap tetesan darah mereka sangat berharga buat kita. Untuk anak bangsa atas nama cinta kita pada bangsa ini, mari maju bersama mengisi kemerdekaan dan mempertahankan setiap jengkal tanah air kita sebagai mana mereka telah mengorbankan nyawanya buat bangsa ini. Bersama kita pasti bisa untuk melaju kepada perubahan menjadi lebih baik serta persatuan kita adalah modal utama kita. Terimakasih Pahlawanku, semoga setiap pengorbananmu di balas dg Syurga-Nya. Gugur satu tumbuh seribu, kami anak bangsa mengikuti jejakmu….!

Tinggalkan komentar

EDISI PAHLAWANKU

EDISI PAHLAWANKU – PIDATO JIHAD USTADZ: DEKLARASI JIHAD ULAMA SE-JAWA YANG DIHILANGKAN -Silakan tag/tandai teman-teman yang lain, atau klik “Bagikan” dari laptop/komputer Sobat- 1. Nama: Sutomo 2. Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 – 3. Meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada usia 61 tahun Lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA yang membonceng tentara Sekutu (Inggris), yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Tidak ada satu pun kalimat yang menyinggung peranan umat Islam di dalam deret diorama pertama Museum Satria Mandala. Padahal, ini salah satu contoh saja, pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dicetuskan oleh Deklarasi Jihad para ulama se-Jawa pada bulan Oktober 1945 untuk bertekad mengusir penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia. Peranan Bung Tomo yang membakar semangat arek-arek Suroboyo dengan pidato jihadnya di depan corong RRI Surabaya, dengan berkali-kali memekikkan takbir “Allahu Akbar” hingga bergema di angkasa Kota Pahlawan itu juga sama sekali tidak disinggung. Padahal nyaris seluruh arek-arek Suroboyo rela berkorban jiwa dan raga karena semata-mata didasari adanya semangat jihad fi sabilillah, bukan semangat lainnya. Bismillahirrahmanirrahim … Merdeka !!! Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia, terutama, saudara-saudara penduduk kota Surabaya. Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang kita rebut dari tentara Jepang. Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaya kita semua datang kepada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda menyerah kepada mereka. Saudara-saudara, didalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya, pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli & seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, didalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung, telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol, telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana. Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu, saudara-saudara dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk menghentikan pertempuran. Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya. Saudara-saudara, kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini. Dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia, ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini. Dengarkanlah ini hai tentara Inggris, ini jawaban rakyat Surabaya, ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian. Hai tentara Inggris ! Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih takluk kepadamu, menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu, kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang kita rampas dari Jepang untuk diserahkan kepadamu. Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada. Tetapi inilah jawaban kita: Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah & putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga! Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting tetapi saya peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu. Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita, saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: MERDEKA atau MATI. Dan kita yakin, saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar, percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…! MERDEKA!!! Dan ini bukan satu-satunya. Diorama lainnya yang juga secara hambar menggambarkan sejarah perjuangan umat Islam Indonesia adalah diorama tentang Palagan Ambarawa, 15 Desember 1945. Di dalam plat kuning yang berisikan informasi secara garis besar tentang Palagan Ambarawa, tidak ada sedikit pun yang menyinggung tentang peranan para Kiai dan Pasukan Santri yang sesungguhnya merupakan pasukan inti pemukul kekuatan pasukan Inggris, wakil dari pasukan Sekutu, yang baru saja mabuk kemenangan di dalam Perang Dunia II. Sejarawan Islam dari Bandung, Ahmad Mansyur Suryanegara, mengisahkan, “Sejarah kita tidak menuliskan dengan benar soal Palagan Ambarawa. Padahal momentum itu merupakan momentum yang sangat penting, karena ketika itulah pasukan santri yang dipimpin para kiai berhasil memukul mundur pasukan Inggris yang merupakan pasukan pemenang Perang Dunia II. Pasukan santri ini juga berhasil merebut sejumlah benteng peninggalan Belanda dan membuat Sekutu yang dipimpin Mayjen Hawthron, Panglima Divisi India ke-23, pontang-panting melarikan diri menuju kapal-kapal perang mereka yang bersandar di pelabuhan Semarang.” RINGKASAN Peristiwa 10 November (Pertempuran Surabaya / Battle of Surabaya) Merupakan bagian dari Perang Kemerdekaan Indonesia dimana Indonesia melawan Britania Raya dan Belanda pada tanggal 27 Oktober – 20 November, 1945 di Surabaya, Indonesia. Indonesia: a. Komandan : Bung Tomo b. Kekuatan : 20,000 pasukan c. Jumlah korban : 16,000. Sekutu : Komandan : Brigjen A. W. S. Mallaby dan Mayjen E. C. Mansergh. Kekuatan : 100,000 pasukan, didukung tank, pesawat tempur, dan kapal perang. Jumlah korban : 2,000.  Indonesia tidak pernah dimerdekakan dengan teriakan “HALELUYA” Tapi Indonesia dimerdekakan dengan pekik JIHAD FI SABILILLAH “ALLAHU AKBAR !” Jihad ulama, ustadz, santri & muslim yang melawan penjajah. “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi..” (QS. Ali- Imran ayat 85)

Tinggalkan komentar

Wahai DZAT

Assalammu’alaikum wr.wb. Wahai DZAT yang MAHA SEMPURNA,, tak pernah sedikitpun hamba merasa tenang dalam hidup hamba, sehingga air mata dan rasa takut padaMU selalu di kalbu, betapa ku rindu padaMu. Sujudku selalu bersimbah air mata, teringat dosa. ampunilah seluruh dosa pada diri hamba yang hina ini ya Robb. Kutakut akan siksaMu Kurindu “wajahMu” ya Robb Suatu hari kita membuka mata dan menemukan diri kita sendiri di tengah-tengah beragam kenikmatan yang berlimpah. Ketika itu mata kita akan dihadapkan dengan seribu satu keindahan alam yang mempesona Saat itulah seharusnya kita mulai merenungkan tentang segala sesuatu yang telah Allah SWT karuniakan kepada kita. Di setiap bagian terkecil dari alam semesta ini, di situlah Allah menyadarkan kita akan rahmat-Nya. Bahwa Allah SWT benar-benar sangat sayang dan memberikan kasihNya sepenuh hati untuk kita semua. Hanya atas cintaNya kita diciptakan sebegitu indah dan sempurna. Hingga tiada makhluk lain yang lebih indah dari diri kita. Ini adalah sebuah anugerah yang tak terhingga dariNya. Sahabat, Tidakkah kita mengetahuinya? Berbagai macam kenikmatan setiap hari kita rasakan semua itu sengaja Allah berikan untuk kita agar kita bisa menyadari bahwa semua itu adalah kebesaranNya. KeagunganNya yang patut kita syukuri, lalu? Bagaimana dengan diri kita, masihkah kita mengingkarinya? dengan selalu berbuat dosa, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tak diridhoiNya. Padahal diri kita senantiasa dekat denganNya, sehingga setiap detik dan setiap langkah yang kita lakukan sesungguhnya Allah mengetahuinya.Tanpa kita sadari Allah mencatat segala kejahatan yang kita lakukan selama ini. Wahai Sahabat, sudah saatnya kita kembali padaNya, mengingatNya, mempersembahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya untuk Allah Azza Wajalla.. Salam santun ukhuwah fillah.. Tetap istiqomah dan Se^_^nyum Wassalammu’alaikum wr.wb.
Tinggalkan komentar

Praktik Bid’ah

Praktik Bid’ah Hasanah para
Sahabat Setelah Rasulullah
Wafat Para sahabat sering
melakukan perbuatan yang bisa
digolongkan ke dalam bid’ah
hasanah atau perbuatan baru
yang terpuji yang sesuai dengan
cakupan sabda Rasulullah SAW:
ﻣَﻦْ ﺳَﻦَّ ﻓِﻰ ﺍْﻻِﺳْﻼَﻡِ ﺳُﻨَّﺔً ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻓَﻠَﻪُ
ﺃَﺟْﺮُﻫَﺎ ﻭَﺃَﺟْﺮُ ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﺑِﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﺍَﻥْ
ﻳَﻨْﻘُﺺَ ﻣِﻦْ ﺃُﺟُﻮْﺭِﻫِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ
Siapa yang memberikan contoh
perbuatan baik dalam Islam
maka ia akan mendapatkan
pahala orang yang turut
mengerjakannya dengan tidak
mengurangi dari pahala mereka
sedikit pun. (HR Muslim)
Karena itu, apa yang dilakukan
para sahabat memiliki landasan
hukum dalam syariat. Di antara
bid’ah terpuji itu adalah:
a. Apa yang dilakukan oleh
Sayyidina Umar ibn Khattab
ketika mengumpulkan semua
umat Islam untuk mendirikan
shalat tarawih berjamaah.
Tatkala Sayyidina Umar melihat
orang-orang itu berkumpul
untuk shalat tarawih berjamaah,
dia berkata: “Sebaik-baik bid’ah
adalah ini”.
Ibn Rajar al- Asqalani dalam
Fathul Bari ketika menjelaskan
pernyataan Sayyidina Umar ibn
Khattab “Sebaik-baik bid’ah
adalah ini” mengatakan:
“Pada mulanya, bid’ah dipahami
sebagai perbuatan yang tidak
memiliki contoh sebelumnya.
Dalam pengertian syar’i, bid’ah
adalah lawan kata dari sunnah.
Oleh karena itu, bid’ah itu tercela.
Padahal sebenarnya, jika bid’ah
itu sesuai dengan syariat maka ia
menjadi bid’ah yang terpuji.
Sebaliknya, jika bid ﻁah itu
bertentangan dengan syariat,
maka ia tercela. Sedangkan jika
tidak termasuk ke dalam itu
semua, maka hukumnya adalah
mubah: boleh-boleh saja
dikerjakan. Singkat kata, hukum
bid’ah terbagi sesuai dengan
lima hukum yang terdapat dalam
Islam”.
b. Pembukuan Al-Qur’an pada
masa Sayyidina Abu Bakar ash-
Shiddiq atas usul Sayyidina Umar
ibn Khattab yang kisahnya
sangat terkenal.
Dengan demikian, pendapat
orang yang mengatakan bahwa
segala perbuatan yang tidak
pernah dilakukan oleh Rasulullah
adalah haram merupakan
pendapat yang keliru. Karena di
antara perbuatan-perbuatan
tersebut ada yang jelek secara
syariat dan dihukumi sebagai
perbuatan yang diharamkan atau
dibenci (makruh).
Ada juga yang baik menurut
agama dan hukumnya menjadi
wajib atau sunat. Jika bukan
demikian, niscaya apa yang telah
dilakukan oleh Abu Bakar dan
Umar sebagaimana yang telah
dituliskan di atas merupakan
perbuatan haram. Dengan
demikian, kita bisa mengetahui
letak kesalahan pendapat
tersebut.
c. Sayyidina Utsman ibn Affan
menambah adzan untuk hari
Jumat menjadi dua kali. Imam
Bukhari meriwatkan kisah
tersebut dalam kitab Shahih-nya
bahwa penambahan adzan
tersebut karena umat Islam
semakin banyak. Selain itu,
Sayyidina Utsman juga
memerintahkan untuk
mengumandangkan iqamat di
atas az-Zawra’, yaitu sebuah
bangunan yang berada di pasar
Madinah.
Jika demikian, apakah bisa
dibenarkan kita mengatakan
bahwa Sayyidina Utsman ibn
Affan yang melakukan hal
tersebut atas persetujuan
seluruh sahabat sebagai orang
yang berbuat bid’ah dan sesat?
Apakah para sahabat yang
menyetujuinya juga dianggap
pelaku bid’ah dan sesat?
Di antara contoh bid’ah terpuji
adalah mendirikan shalat tahajud
berjamaah pada setiap malam
selama bulan Ramadhan di
Mekkah dan Madinah,
mengkhatamkan Al-Qur’an dalam
shalat tarawih dan lain-lain.
Semua perbuatan itu bisa
dianalogikan dengan peringatan
maulid Nabi Muhammad SAW
dengan syarat semua perbuatan
itu tidak diboncengi perbuatan-
perbuatan yang diharamkan atau
pun dilarang oleh agama.
Sebaliknya, perbuatan itu harus
mengandung perkara-perkara
baik seperti mengingat Allah dan
hal-hal mubah.
Jika kita menerima pendapat
orang-orang yang menganggap
semua bid’ah adalah sesat,
seharusnya kita juga konsekuen
dengan tidak menerima
pembukuan Al-Qur’an dalam satu
mushaf, tidak melaksanakan
shalat tarawih berjamaah dan
mengharamkan adzan dua kali
pada hari Jumat serta
menganggap semua sahabat
tersebut sebagai orang-orang
yang berbuat bid’ah dan sesat

Jin Dan Jun: ‎*kenapa takut bid’ah*

Ahyad Al Ma’sum: karena Nabi mengatakan setiap bid’ah adalah sesat he~gDubrax

Jin Dan Jun: sing mahami hadist nabine wae sing bodo wee..

Ahyad Al Ma’sum: siapa gerangan yang bodoh itu kawan? he~gDubrax

Jin Dan Jun: orang yg suka makan qur’an hadist secara mentah..
Ada ilmu di setiap cara.. Ada tata cara di segala sesuatu..
Menetapkan hukum seperti mujtahid.merasa sudah bs berijtihad sendiri..
Syetan lbh pintar drpd org2 pintar..
Org pintar tak akn tertipu oleh syetan dan akalnya hehe..
*ceramah akhi..

Ahyad Al Ma’sum: lanjutkan..! he~gDubrax

Jin Dan Jun: arep turulah.. Ngantuukkkk..

Tinggalkan komentar

Ijtihad Dan Taqlid

MENGAPA HARUS
BERMADZHAB
DALAM FIKIH?
Secara bahasa arti madzhab
adalah tempat untuk pergi.
Berasal dari kata dzahaba –
yadzhabu – dzihaaban . Madzhab
adalah isim makan dan isim
zaman dari akar kata tersebut.
Sedangkan secara istilah,
madzhab adalah sebuah
metodologi ilmiyah dalam
mengambil kesimpulan hukum
dari kitabullah (Al-Quran) dan
Sunnah Nabawiyah. Madzhab
yang kita maksudnya di sini
adalah madzhab fiqih.
A. Mazhab Tidak Hanya Empat
Saja
Sesungguhnya madzhab fiqih itu
bukan hanya ada 4 saja, tetapi
masih ada banyak lagi yang
lainnya. Bahkan jumlahnya bisa
mencapai puluhan. Namun yang
terkenal hingga sekarang ini
memang hanya 4 saja. Padahal
kita juga mengenal madzhab
selain yang 4 seperti:
1. Madzhab Al-Ibadhiyah yang
didirikan oleh Jabir bin Zaid (w
93 H).
2. Madzhab Az-Zaidiyah yang
didirikan oleh Zaid bin Ali Zainal
Abidin (w 122H),
3. Mdzhab Azh-Zhahiriyah yang
didirikan oleh Daud bin Ali Azh-
Zhahiri (202 – 270 H)
dan madzhab-madzhab lainnya.
Sedangkan yang kita kenal 4
madzhab sekarang ini adalah
karena keempatnya merupakan
madzhab yang telah terbukti
sepanjang zaman bisa tetap
bertahan, padahal usianya sudah
lebih dari 1.000 tahun.
Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-
Syafi’iyah dan Al-Hanabilah
adalah empat dari sekian puluh
madzhab yang pernah
berkembang di masa kejayaan
fiqih dan mampu bertahan
hingga sekarang ini. Di dalamnya
terdapat ratusan tokoh ulama
ahli yang meneruskan dan
melanggengkan madzhab
gurunya. Dan masing-masing
memiliki pengikut yang
jumlahnya paling besar, serta
mampu bertahan dalam waktu
yang sangat lama. Para ulama
madzhab itu kemudian menulis
kitab yang tebal-tebal dalam
jumlah yang sangat banyak,
kemudian diajarkan kepada
banyak umat Islam di seluruh
penjuru dunia.
Kitab-kitab itu sampai hari ini
masih dipelajari di berbagai
perguruan tinggi Islam, seperti di
Al-Azhar Mesir, Jami’ah Islamiyah
Madinah, Jami’ah Al-Imam
Muhammad Ibnu Suud Riyadh,
Jamiah Ummul Qura Makkah an
di berbagai belahan dunia Islam
lainnya. Bahkan di Al-Azhar
dibuka fakultas Syariah dengan
jurusan dari masing-masing
madzhab yang empat itu.
Sementara puluhan madzhab
lainnya mungkin terlalu sedikit
pengikutnya, atau tidak punya
ulama yang sekaliber pendirinya
yang mampu meneruskan kiprah
madzhab itu, atau tidak mampu
bertahan bersama bergulirnya
zaman. Sehingga banyak di
antaranya yang kita tidak
mengenalnya, kecuali lewat
kitab-kitab klasik yang
menyiratkan adanya madzhab
tersebut di zamannya.
Buku mereka sendiri mungkin
sudah lenyap dari muka bumi,
atau barangkali ikut terbakar
ketika pasukan Mongol datang
meratakan Baghdad dengan
tanah. Sebagian yang masih
tersisa mungkin malah disimpan
di musium di Eropa. Memang
sungguh sayang sekali, ilmu yang
pernah ditemukan dan
berkembang besar, kemudian
lenyap begitu saja di telan bumi.
B. PENTINGNYA BERMAZHAB.
Banyak orang salah sangka
bahwa adanya madzhab fiqih itu
berarti sama dengan
perpecahan, sebagaimana
berpecah umat lain dalam sekte-
sekte. Sehingga ada dari
sebagian umat Islam yang
menjauhkan diri dari
bermadzhab, bahkan ada yang
sampai anti madzhab.
Penggambaran yang absurd
tentang madzhab ini terjadi
karena keawaman dan
kekurangan informasi yang
benar tentang hakikat madzhab
fiqih. Kenyataannya sebenarnya
tidak demikian. Madzhab-
madzhab fiqih itu bukan
representasi dari perpecahan
atau perseteruan, apalagi
peperangan di dalam tubuh
umat Islam. Sebaliknya, adanya
madzhab itu memang
merupakan kebutuhan asasi
untuk bisa kembali kepada Al-
Quan dan As-Sunnah.
Kalau ada seorang bernama Mas
Paijo, mas Paimin, mas Tugirin
dan mas Wakijan bersikap yang
anti madzhab dan mengatakan
hanya akan menggunakan Al-
Quran dan As-Sunnah saja,
sebenarnya mereka masing-
masing sudah menciptakan
sebuah madzhab baru, yaitu
madzhab Al-Paijoiyah, Al-
Paiminiyah, At-Tugiriniyah dan Al-
Wakijaniyah. Sebab yang
namanya madzhab itu adalah
sebuah sikap dan cara seseorang
dalam memahami teks Al-Quran
dan As-Sunnah. Setiap orang
yang berupaya untuk memahami
ke dua sumber ajaran Islam itu,
pada hakikatnya sedang
bermadzhab.
Kalau tidak mengacu kepada
madzhab orang lain yang sudah
ada, maka minimal dia mengacu
kepada madzhab dirinya sendiri.
Walhasil, tidak ada di dunia ini
orang yang tidak bermadzhab.
Semua orang bermadzhab, baik
dia sadari atau tanpa
disadarinya.
C. Bolehkah seseorang
mendirikan madzhab sendiri?
Jawabnya tentu saja boleh,
asalkan dia mampu meng-
istimbath (menyimpulkan)
sendiri setiap detail ayat Al-Quran
dan As-sunnah. Kalau kita buat
sedikit perumpamaan dengan
dunia komputer, maka adanya
madzhab-madzhab itu ibarat
seseorang dalam berkomputer,
di mana setiap orang pasti
memerlukan sistem operasi (OS).
Tidak mungkin seseorang
menggunakan komputer tanpa
sistem operasi, baik Windows,
Linux, Mac OS atau yang lainnya.
Adanya beragam sistem operasi
di dunia komputer menjadi hal
yang mutlak bagi setiap user,
sebab tanpa sistem operasi,
manusia hanya bicara dengan
mesin. Kalau ada orang yang
agak eksentrik dan bertekad
tidak mau pakai Windows, Linux,
Mac Os atau sistem operasi lain
yang telah tersedia, tentu saja dia
berhak sepenuhnya untuk
bersikap demikian. Namun dia
tentu perlu membuat sendiri
sistem operasi itu, yang tentunya
tidak terlalu praktis.
Apalagi buat orang-orang
kebanyakan, rasanya terlalu
mengada-ada kalau harus
membuat dulu sistem operasi
sendiri. Bahkan seorang
programer level advance
sekalipun belum tentu mau
bersusah payah melakukannya.
Buat apa merepotkan diri bikin
sistem operasi, lalu apa salahnya
sistem operasi yang sudah
tersedia di pasaran diamalkan
dan dikembangkan. Tentu
masing-masingnya punya
kelebihan dan kekurangan. Tapi
yang jelas, akan menjadi sangat
lebih praktis kalau kita
memanfaaatkan yang sudah ada
saja. Sebab di belakang masing-
masing sistem operasi itu pasti
berkumpul para maniak dan
geek yang bekerja 24 jam untuk
kesempurnaan sistem
operasinya.
Demikian juga dengan ke-4
madzhab yang ada. Di dalamnya
telah berkumpul ratusan bahwa
ribuan ulama ahli level tertinggi
yang pernah dimiliki umat Islam,
mereka bekerja siang malam
untuk menghasilakn sistem fiqih
Islami yang siap pakai serta user
friendly. Meninggalkan madzhab-
madzhab itu sama saja bikin
kerjaan baru, yang hasilnya
belum tentu lebih baik.
Akan tetapi boleh saja kalau ada
dari putera puteri Islam yang
secara khusus belajar syari’ah
hingga ke level yang jauh lebih
dalam lagi, lalu suatu saat
merumuskan madzhab baru
dalam fiqih Islami. Namun
seorang yang tingkat
keilmuwannya sudah mendalam
semacam Al-Imam al-Ghazali
rahimahullah sekalipun tetap
mengacu kepada salah satu
mazhab yang ada, yaitu mazhab
As-Syafi’iyah. Beliau tetap
bermazhab meski sudah pandai
mengistimbath hukum sendiri.
Demikian juga dengan beragam
ulama besar lainnya seperti Al-
Mawardi, An-Nawawi, Al-’Izz bin
Abdissalam dan lainnya.
Wallahu a’lam bishshawab