Tinggalkan komentar

Ragu dan kita masih saja bermain dengan perasaan
kenapa tak kau tunjukkan saja
bahwa kau cinta aku
lalu aku akan bilang
‘i love you’
biar nanti aku bisa memelukmu
biar besok aku bisa menciummu
malam minggu
ataukah ragu adalah satu- satunya jawaban
kenapa saat ini
kita tidak sedang berpelukan?
buatmu yank
adakah kata yang mampu menggantikan
sapaku padamu malam ini
selain ‘hai, apakah kamu baikbaik saja?’
adakah kata yang mampu menyempurnakan
doaku untukmu malam ini
selain ‘Tuhan, semoga dia selalu dalam lindunganMu’
bukankah kita tak pernah bermimpi
berharap sekali pun
bahwa kita akan saling mengenal,
bertukar kata-kata?
ini adalah takdir yang meliuk-liuk
ah.., Tuhan
mengapa aku menghambur kata- kata untuknya
bukankah yang ia butuhkan adalah tanyaku
‘maukah kau menjadi satusatunya bidadari di hatiku?’
maukah kau menjadi bagian dari puisipuisiku?
sebelum ada kata pastimu
aku akan selalu menunggu
Mimpi yang Menjadi Nyata
kau belai rambutku
kau hapus gundah hatiku
apakah karena dalam mimpi?
kau tersenyum padaku
dan katakan kau menyayangiku
bergandengan dalam serpihan kristal salju
apakah karena dalam mimpi?
haruskah aku terus bermimpi?
aku ingin terbangun dan mendapati senyummu
aku ingin berjalan sambil menggandeng tanganmu
maukah kamu menjadi kenyataan paling indah
dalam hidupku???
seandainya kata bisa bicara
lebih jelas dari hanya sekedar kata
mungkin aku tak perlu membuat puisi cinta
maka izinkanlah goresan tinta
bicara lebih banyak tentang apa yang tersimpan
tentang rasa yang ada dalam dada
aku merasa seperti baru menginjak bumi pertama kali
saat bertemu denganmu
rambut yang indah
mata yang mempesona
bibir yang manis
ah.., sebuah kesan yang begitu menggoda
Dan rasa ini pun lahir
yang tak bisa terbaca dengan kata
yang mengusik hati dan pikiran
aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh
berbincang tentang apa pun
menertawakan angin dan debu yang selalu bersama
Tidakkah aku aneh bagimu?
aku coba menembak rembulan
pun melest, setidaknya kudapatkan sepotong bintang
seandainya cintaku hanya bertepuk sebelah tangan
stidaknya aku sudah jujur mengungkapkan
merajut awan
seorang lelaki menanti jawaban.

Bila kau terbangun dari mimpi di malam hari. Ambillah segera air wudhu dan lakukanlah sholat tahajud. Dalam sholatmu itu berkomunikasilah dengan Tuhan pemilik langit dan bumi. Sadarilah dirimu adalah makhluknya yang lemah. Sangat lemah. Ketika kau menyadari itu, maka akan kau rasakan tetasan air mata keluar deras dari pipimu. Menangis di malam sunyi.
Tak semua orang bisa melakukan itu. Karena kegiatan tahajud adalah bagian dari obat hati. Dia bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki hati yang bersih dan terpanggil untuk menghadap Tuhannya. Di sanalah kadar keimananmu teruji dan bila imanmu sedang turun, maka kau tak bisa melakukan itu. Bahkan kau mungkin akan terlenakan dengan kehidupan dunia yang fana ini. Kau akan katakan pada dirimu, lebih baik tidur daripada sholat”. Tapi tidak bagi mereka orang-orang yang sholeh.
Itulah fenomena sehari-hari yang seharusnya bisa kita lakukan kalau kita komitmen dan konsisten. Bangun di tengah malam. Segera melapor kepada sang penguasa dan memohon ampun dari segala dosa. Sesunggukan mengakui segala kesalahan dan kehilafan. Berusaha terus untuk memperbaiki diri menjadi insan yang TAKWA.
Akhirnya, menangis di malam sunyi harus membuatmu menyadari, bahwa kita cuma pengembara yang singgah sebentar lalu pergi kembali. Menyadari akan hakekat hidup ini. Darimana mau kemana. Tidak terus menerus terjebak dalam dosa dan sedikit demi sedikit mengumpulkan tabungan pahala untuk bekal ke rumah masa depan. Rumah yang akan kau tempati ketika ajal menjemput.
Awali pekan ini dengan keyakinan bahwa saya HARUS LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN. Mari kita tegakkan sholat tahajud untuk berpasrah diri agar dimudahkan oleh Allah dari semua urusan. Lalu menangislah di malam sunyi memohon ampun dari segala dosa.
Sudahkah engkau melakukannya?
http://filsafat.kompasiana.com/ 2010 /02 /01/menangis-di-malam- sunyi/

Menulislah Setiap Hari dan buktikan apa yang terjadi
salam persahabatan

Loading….Bagikan · Hapus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: