Tinggalkan komentar

Kisah Kota MANUSIA yg Rajanya adlh Roh

Ketika Allah SWT menciptakan khalifahNya, Dia juga mendirikan sebuah kota baginya, dimana sang Khalifah itu boleh tinggal bersama rakyat jelatanya dan pegawai pemerintahannya. dia memberi nama kota itu Manusia.

Ketika Allah SWT menyiapkan pembangunan kota itu, Dia berikan sebuah tempat khusus dipusat kota kepada khalifahNya yang dinamakan hati. Ada kabar angin mengatakan apakah khalifah benar2 akan menetap di kota itu atau hanya menggunakannya sebagai pusat pentadbirannya. Apakah ia merupakan ruangan singgasana atau balai istana atau hanya tempat bersuara doang, tidaklah penting.

Allah SWT mendirikan kota dari bahan –bahan yang terdiri dari tanah, air, api dan angin. Pemimpin utama menyatakan dalam riwayat yang bernama firman Tuhan yang bermaksud:

Langit dan bumi yang kuciptakan tak dapat meliputinya, namun hati hamba Ku yang beriman meliputimya.

Manakala pemimpin kita Rasulullah juga bersabda yang bermaksud:

Allah SWT tidak memandang pada rupa parasmu atau perbuatan mu, tetapi hati mu.
Allah SWT selalu mengingati, memerhatikan dan mecermati nya setiap saaat
Dia yang meciptakan wakilnya, sudah pasti memerhatikan wakilnya itu, apa yang dibuatnya terhadap amanat yang telah diserahkannya.

Allah SWT mecipatkan roh sebagai khalifahnya atas tubuh, jadi Allah SWT membuat roh bertanggungjawab terhadap tubuh. Ingat lah firman Allah SWT yang bermaksud:

…Karena sesunggugguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati di dalam dada

Manusia yang mengembara di seluruh pelosok dunia ini. Dalam kesempatan hidup mereka , mereka dapat melihat dengan jelas. Mereka melihat yang hidup dan yang mati, yang dibangunkan dan yang dihancurkan. Mereka punya mata untuk melihat, punya telinga untuk mendengar, jadi tidak mau mengambil iktibar dari apa yang dilihat dan didenganya. Jika mereka lalai, itu karena mereka buta.

Rasulullah bersabda:

Ada sekerat daging dalam tubuh manusia. Jika bersih ia dan baik , niscaya seluruh tubuh akan menjadi baik. Jika segumpal daging itu rusak, niscaya tubuh akan rusak. Segumpal daging itu adalah hati.

Hati merupakan istana khalifah Allah, tempat meyimpan rahasia, ia merupakan peti besi tempat menyimpan catatan rahasia, hukum dan titah/perintah sang khalifah.

Ingat jika sang pemimpin kota baik, niscaya rakyat jelata pun baik, jika sang pemimpin ini tersesat, para sahabat dan rakyatnya juga tersesat.

Ketika Allah SWT menajdikan roh manusia sebagai pemimpin utama kota manusia. Dia mengajar tentang perangai, perilaku dan fikiran para penduduk kota itu. Jadi, karena ia memahami rakyatnya, maka rakyatnya menghormatinya, percaya kepadanya dan rela membelanya. Jika khalifah Allah SWT ini, tidak setia dan khianati amanatnya, niscaya penduduknya akan rusak dan juga tidak setia kepadanya. Di pihak lain jika ia bertaqwa dan memuliakan yang memberikan kepadanya kekuasaan, maka para sahabat dan rakyat akan mempercayai dan menghormatinya.

Jadi perhatikan diri anda sendiri. Jika anda bertaqwa, adil dan baik, maka roh anda pun akan jadi demikian pula. Anda sebagaimana roh anda.

Orang melihat begitu banyak hal dalam dirinya tanpa menyadari mengapa semua itu ada. Siapakah semuanya itu terjadi sejak permulaaan atau terjadi sesudahnya atau akan tetap seperti itu pula pada bila-bila. Sebab orang tidak mengetahui kerahasiaaan pemerintahan Allah SWT di dalam hati atau bagaimana melindungi gumpal daging kecil yang bernama hati tadi. Jika salah langkah boleh merusakan kita semua.

Allah SWT mendirikan menara di tanah tinggi di kota manusia. Dia membangunkannya dengan bahan-bahan yang terpilih, merancangnya untuk mengawasi seluruh kota dan meyebutnya dengan nama fikiran.

Dia juga membuka jendela besar di puncaknya tersebut untuk menikmati empat sudut kota dan menamainya mata, telinga, mulut dan hidung.
Di bagian tengah menara pula, Dia membangunkan sebuah ruang untuk mneyimpan khazanah khayalan dan dalamnya tersimpan perbendaharaan yang tersusun sempurna.

Para pemimpin panca indera ini, dapat manfaatkan ruang maklumat ini untuk kemudiannya menambah akan data-data baru kepadanya. Mimpi dalam tidur pun berasal dari ruang ini. Di sini juga, semua kekayaan dari kutipan cukai dikumpulkan oleh para pemungut cukai di dalam kota manusia, di mana hasil uang dipisahkan berdasarkan halal dan yang haram.

Allah SWT juga membangunkan ruang lain di dalam menara fikiran itu yg dinamakan ruang akal. Barang-barang di dalam ruang itu berasal dari dari ruang khayalan. Di sini barang-barang ditimbang dan diukur. Di mana apa-apa yang benar yang disimpan dalam ruang, manakala yang salah dikembalikan pada ruang pertamax tadi.

Pada sebuah sudut fikiran, dibangunkan pula ruang lain , tempat menyimpan kenangan. Penjaga kenangan ini adalah seorang pegawai yang bernama akal.

Ada kawasan lain, di dalam kota manusia yang dijadikan tempat tinggal yang bernama nafsu, sang puteri mahkota khalifah Allah. Tempat ini dikenal sebagai mementingkan diri sendiri. Disinilah terdapat berbagai pertentangan, di sini juga tersimpan perintah Allah SWT maupun laranganNya. Pada malam agung tertentu, Perintah yang Maha Agung diturunkan di sini. Tempat itu, dilindungi sendiri oleh Allah,

sebab ia berada dibawah tempat pijak, tempat kakinya yang suci berpijak yaitu roh।(khalifah Allah) yang berada di bawah dan dilindungi oleh singgasanaNya।Mengikut Imam Al Ghazali , beliau berkata:

Manusia adalah anak yang ayahnya adala roh dan ibunya adalah jiwa. Dia berpendapat bahwa Tuhan menjaga roh pada pada tingkatan tertinggi di bawah singgasanaNya dan ibu kita, jiwa pada tingkatan lebih rendah di bawah kakinya. Jadi Dia adalah Tuhan kedua orang tua kita, Dia lah Tuhan raga, roh dan jiwa. Kaum sufi mengetahui bahwa semua ucapan dan perbuatan jiwa, benar atau salah telah ditakdirkan oleh Tuhan. Satu-satunya bagian manusia yang tak terkena suratan takdir ialah roh, yang mereka mengikutinya pada masa depan.

Sebenarnya manusia memiliki tiga jenis jiwa yaitu jiwa tumbuhan yang dikelompokkan dalamnya benda-benda mati. Jenis kedua ialah jiwa haiwani, yang di dalamya dikelompokkan golongan hewan, jenis ketiga ialah jiwa rasional, yang di dalamnya di bedakan dari kedua-dua makhluk sebelumnya. Dengan dikaitkan dengan manusia. Dengan jiwa yang ketiga tadi manusia menjadi lebih unggul dari malaikat.

Seterusnya dalam kerajaan manusia, Allah SWT mencipatakan kekuatan lain yang sifatnya selalu memberontak dan ingin merebut kuasa roh dan akal. Ia dinamakan sebagai hawa nafsu dan menteri kanannya bernama syahwat.

Suatu hari, syahwat menyamar dalam pasukan kerajaan manusia, berjalan-jalan di sebagian taman indah. Tanpa sengaja, dia bertemu dengan nafs, yaitu isteri tersayang sang khalifah, Kemudian saling berpandangan dan syahwat kemudian jatuh cinta kepada nafs, Untuk bersatu dengannya, syahwat telah mengerjakan berbagai perbuatan licik, Dia menggunakan cara rayuan, bersolek , memberi hadiah indah-indah apa-apa yang dimilikinya. Utusannya yang bernama angan-angan dan dutanya yang bernama terpedaya pun kehilir kehulu di antara kedua-duanya sehingga sang isteri khalifah tadi pun jatuh cinta kepada syahwat. Sayangnya, khalifah sendiri tidak menyedarinya. Tetapi, akal mengetahuinya keadaan ini, coba menutup sebelah mata dan menyembunyikannya agar sang khalifah tidak menaruh curiga.

Bahkan dalam keadaan tertentu, nafs atau jiwa telah pun di bawah pengaruh nafsu dan syahwat begitu mencengkam. Meskipun roh mengetahui bahaya godaaan jiwa yang selalu memerintahkan kepada kejahatan. Manusia tetap berada pada keadaan yang amat sulit. Manusia tadi, terombang ambing di antara dua buah pengaruh yang kuat, roh menyerunya ke arah kebaikan, tetapi jiwa selalu terus menerus menyeru kepada kejahatan,
Tetapi semua dugaan ini telah diizinkan Allah. Sebagaimana firmannya bermaksud dalam surah al-syamas:91. Bermaksud:
Dan jiwa serta penyermpurnaannya , maka Allah SWT mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kepada kefasikan dan ketaqwaan.

Manusia yang selalu mmentingkan diri sendiri dan kepada jiwa ia terpengaruh kepada hasutan, kepada kejahatan. Jika ia tergoda, hilanglah kesuciannya. Semuanya datang dari sisi Allah, Di mana Ia menjadikan jiwa yang selalu menyeru kepada kearah kejahatan dan Dia pula yang menjadikan sikap ego manusia yang condong kepada kejahatan dan kabaikan, silih berganti. Ketika jiwa berfikir, merenung dan insyaf, ia menjadi murni dan normal kembali. Kemudian jiwa ini disebut dengan jiwa yang tenang.

Meskipun Allah SWT telah mencipatkan khalifahnya dengan sifat-sifat yang sangat sempurna namun Dia tetap memandangnya lemah, tak ada daya dan upaya. Allah SWT ingin agar khalifahNya menyadari bahwa khalifahnya akan menemui kekuatan hanya dengan pertololongan dan bantuan Tuhannya. Dia menciptakan halangan dan dugaan-dugaan yang kuat baginya itu untuk mehghalangi kepada kesadaran. Ini lah rahasia dua kemungkinan yang saling berlawanan bagi diri manusia tadi.

Roh dan nafsu adalah suami isteri yang sah. Jika sang suami memanggil isterinya, namun isterinya tidak menyahut, orang akan berkata, mengapa isterinya tidak datang kepada mu. Maka si suami bertanya kepada pembantu yang dikasihinya yaitu akal, mengapa isterinya bersikap diam, Akal mengatakan kepada tuannya, hai tuanku yang baik hati, engkau menyeru yang kedudukannya adalah setara dengan kekdudukanmu sendiri, yang mempunyai wilayah pemeritahannya sendiri, dengan kekuatan dan berada di bawah perintah Yang Maha Kuasa juga. Dia disebut sebagai nafsu duniawi, jiwa ini selalu menyeru ke arah kejahatan. Tidaklah begitu mudah untuk menaklukinya.

Roh megirimkan sepucuk surat kepada isterinya melalui penasihat kanannya, yang mejelaskan perasaanya kepadanya. Namun nafsu telah menangkap dan memenjarakan utusan roh. Akal sebagai penasihat kanan roh, telah ditakluki di bawah tekanan nafsu .

Ketika akal kini di bawah pengaruh nafsu, telah diizinkan kembali ke tuannya roh, dia telah menyampaikan pesanan bahwa dia bukan saja kehilangan isterinya malah telah banyak juga pegawai-pegawainya dan pasukannya telah berpihak kepada isterinya. Hanya segelintir saja yang tetap setia kepadanya.

Fikiran telah memberitahu kepada roh bahwa musuhnya telah memasuki halaman istana, telah siap siaga menghancurkan pemerintahannya, merebut takhta kerajaan dan mengambil alihnya. Akal telah memberitahu tugas sucinya adalah untuk memperingatkan kepada roh sebelum mereka berdua binasa.

Kini, dengan peringatan dari akal, roh mengetahui bahawa dia telah dilumpuhkan, Dia sudah tak berdaya dan kini pasrah diri kepada Tuhannya pemilik segala sesuatu. Kini Roh sudah mengetahui, dia sudah tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Kini dia tahu di saat cemas beginilah apa erti makna Tuhan kepadanya yang maha perkasa.

Ketika khalifah Allah SWT yang bernama roh mengadap junjung kasih kepada Tuhannya untuk meiminta pertolongan.

Tuhan telah menjadi perantara antara roh dan nafsu. Kemudian nafsu menahan dirinya dan tidak lagi melakukan penguasaan menyeluruh atas kerajaan manusia tadi.

Menyahuti dan meghormati akan kekuasaan Tuhan, maka roh dan nafsu menundukkan kepala mereka dalam ketaatan, puas dengan keridhaan Allah SWT sebagaimana Firman Allah SWT berbunyi: dalam surah Al- fajar:27-30, yang bermaksud:

Hai jiwa yang tenang (Muthamainnah), kembalilah kepada Ku, dengan hati yang puas lagi diredhai, maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaku Ku dan masuklah ke dalam syurga Ku

Kini perbezaan antara kedua-duanya telah lenyap. Mereka akhirnya bersatu kembali.

Tuhan menamai jiwa yang tenan sebab pada diri nafsu telah menyedari potensi dan kemampuan yang sebenarnya. Jika ia tergoda oleh kejahatan, ia menentang kodratnya sendiri, seperti dalam, firman Allah SWT surah an nisa:78 yang bermaksud:

Semuanya dari sisi Allah

Juga, dalam surah al-isra’ :20, yang bermaksud:
Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.

Ketika Dia memanggil roh dan nafsu kepada diriNya sendiri dengan puas lagi diredhaiNYa, tersirat bahawa kedua-duanya saling meridhai dan serasa. Ketika Dia megundang mereka berdua ke syurgaNya, sebenarnya Dia mengundang mereka menuju keselamatan di sebuah tempat yang damai, jauh dari tempat-tempat yang tidak diredhai Tuhan. Ketika ia diminta datang ke dalam syurga bersama para hambaNya yang dicintaiNYa, dimasukkanNya mereka ke dalam golongan orang yang taat patuh kepada Nya dan telah mengikat kukuh hati mereka tunduk kepadaNya.

Di dalam kerajaan manusia, di bawah pemeritahan roh, khalifah Allah SWT terdapat empat golologan penduduk:

Mukmin sejati yang mamatuhi hukum-hukum Tuhan mereka dan, mereka mampu melindungi diri sendiri dari semua kejahatan
Golongan kedua, mereka pada dasarnya beriman, namun terkadang tersasar berbuat maksiat
Golongan ketiga, kumpulan munafik iaitu yang menampakkan keimanan padahal sebenarnya mereka tidak beriman
Golongan keempat . Golongan kafir yang memandang diri mereka sendiri sebagai Tuhan

Inilah kenyataan yang ada pada kerajaan manusia, di tengah-tengah berlakunya kejahatan, rasa dengki, perang antara roh dan nafsu. Fikiran dan jiwa yang selalu mengarahkan kepada kejahatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: