Tinggalkan komentar

hati

Lihatlah kepada hati apabila kita
terperosok ke dalam perbuatan
maksiat atau dosa. Jika kesalahan
yang demikian membuat kita
berputus asa daripada rahmat
dan pertolongan Allah s.w.t itu
tandanya pergantungan kita
kepada-Nya sangat lemah
Bila tak kunyatakan
keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam
dada.
Bila kucium harum mawar
tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri
bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang
bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai
ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup
rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku
siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan
kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak
makanannya,
Dan bagai unta yang geram
mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal
tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas
dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku
sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri
aku dapat membelai kepala lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: